Posts

Catastrophically beautiful

Yesterday she tried to camouflaged as if she's the happiest person in the world. It went well by the end of the day. Today she disguised herself as if she's one carefree person. She hides perfectly that no one knows her very own self. Appearing nonchalant and reserved and no one asks why Tomorrow will be one tough day because she's ran out of masks But what's the point of using masks anyway when the anxiety keeps coming.....
Ia pergi menyendiri karena ingin mati

But worry not, because life constantly flows

There are times when she is not okay As if the world turned upside down As if the world hates her very own self A friction between her and her very own self Times when she's feeling distressed By the hollowing anxiety By the pressure from her very own self Could she ever be at peace with her own self? Could she ever stop worrying and being scared of everything? Could the unpleasant, vexatious things go forever? From her who's emotionally unstable and trying to fix the wreckage

Hai Bulan

Hai bulan Mengapa sembunyi? Ia tak datang malam ini Ia juga tak akan datang esok pagi Hai bulan Mengapa sembunyi? Sia sia pencarian malam ini Gundah padam sesal menghantui Hai bulan Mengapa baru kemari? Aku butuh sinarmu malam ini Untuk mencari hati yang tak kunjung kembali

Angkasa

Hai... Apa cerita malam ini? Mau pergi kemana? Jangan terlalu tinggi, harapanku tak sampai Jangan terlalu jauh, aku tidak mungkin kuat Jangan terlalu lama, aku tidak bisa menunggu Angkasa menjawab Berlarilah dan mengejar. Aku disini Kau tunggu karena kau sabar Kau kuat karena kau yakin Kau akan sampai karena kau berlari dan aku disini ❄ ❆ ❄ ❆ ❄ ❆ ❄ ❆ ❄ ❆ ❄ ❆ ❄ ❆ ❄ She reassured herself that god has everything planned

Senandika malam

Tuhan memang hanya memanggil ragamu, kau tidak benar benar pergi. Tapi, apakah tuhan menitipkan kembali besar harapanku padamu?

Teruntuk

Teruntuk Bastian : Egoku dan egomu beradu. Maaf. Kau sempat memanggil agar kembali, namun aku terlampau apatis. Terimakasih. Kau datang sebagai karya fantasi pertama yang menentang semua ideku. Maaf aku terlampau apatis. Teruntuk Sabina : Pembawaanmu yang dewasa dan aku yang terlalu kekanakan, tapi kau mengerti. Maaf aku terlampau apatis. Terimakasih. Kekuranganmu yang tidak pernah kau tutupi menjadi sebuah kelebihan. Melalui perwujudanmu, aku bisa berkaca pada diri ini. Jendela dunia begitu luas. Dan kau datang sebagai karya fantasi terbaik. Maaf aku terlampau apatis